*WELCOME AND THX YOUR VISIT*

Pengikut

Page GM

Twitter

Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2011

Zaman Prasejarah


Sarkofagus




sekilas info: 

TRIBUNNEWS.COM, BLORA - Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah bakal meneliti peti jenazah dari batu (sarkofagus) yang ditemukan di Desa Bleboh, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Peti tersebut merupakan temuan berharga lantaran diduga berasal dari zaman megalitik atau batu. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Blora, Suntoyo, Minggu (26/9/2010) malam, mengatakan, BP3 Jateng telah menanggapi surat dan informasi yang diberikan pemerintah.
Mereka akan datang ke lokasi pada Senin (27/9/2010) siang. "Tujuannya adalah mengecek lokasi temuan sekaligus mengidentifikasi peninggalan-peninggalan di kompleks itu yang masih tersisa," kata dia.
Kubur peti batu pertama kali ditemukan dan diteliti pada 1934 di sebuah bukit di Pegunungan Kendeng Utara, Blora. Kemudian pada medio September 2010, ditemukan lagi kompleks kubur peti batu sekitar 500 meter dari lokasi temuan lama.
Kubur itu berbentuk menyerupai peti, namun terbuat dari batu-batu pipih, bukan kayu. Jumlah kubur peti batu di dua lokasi itu adalah sembilan kubur. Dua masih utuh, sedangkan sisanya telah rusak. Kubur posisinya membujur dari timur ke barat.
sumber pic: http://www.tribunnews.com/Editor: Iwan Apriansyah  |  Sumber: Kompas.com

SEJARAH MANUSIA
1.Zaman Batu adalah masa zaman prasejarah yang luas, ketika manusia menciptakan alat dari batu (karena tak memiliki teknologi yang lebih baik). Kayu, tulang, dan bahan lain juga digunakan, tetapi batu (terutama flint) dibentuk untuk dimanfaatkan sebagai alat memotong dan senjata. Istilah ini berasal sistem tiga zaman. Zaman Batu sekarang dipilah lagi menjadi masa Paleolitikum, Mesolitikum,megalithikum dan Neolitikum, yang masing-masing dipilah-pilah lagi lebih jauh
 
1) Zaman Batu Tua (Palaeolithikum) Zaman bath tua merupakan suatu masa di mana hasil buatan alat-alat dari batunya masih kasar dan belum diasah sehingga bentuknya masih sederhana. Misalnya, kapak genggam. Hasil kebudayaan Palaeolithikum banyak ditemukan di daerah Pacitan dan Ngandong Jawa Timur.

 2) Zaman Batu Madya (Mesolithikum)
Zaman batu madya merupakan masa peralihan dirmana cara pembuatan alat-alat kehidupannya lebih baik dan lebih halus dari zaman batu tua. Misalnya
pebble/kapak Sumatera.

  
2. ZAMAN LOGAM


Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu setangkup dengan menggunakan 2 cetakan yg ditangkupkan yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lengkap dengan hiasannya yang disebut a cire perdue. Kelebihan dari teknik a cire perdue adalah dapat digunakan berkali kali.      
3.ZAMAN BESI Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500°C. Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah.
  http://www.shee-eire.com/Arts&Crafts/Celtic/IronAge/Irnage.htm
http://www.egamesbox.com/viewthread.php?action=printable&tid=10793
 4.ZAMAN PERUNGGU/TEMBAGA
Orang menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan. Alat kebudayaan ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Di asia tenggara (termasuk Indonesia) tidak dikenal istilah zaman tembaga.
Pada zaman ini orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras. Peralatan pada zaman perunggu : a. Nekara adalah genderang besar dari perunggu. Berbentuk seperti dandang tertelungkuo & biasanya digunakan u acara penyembahan terhadap roh nenek moyak. Ditemukan didaerah Sumatera, Jawa, Bali, Sangeang, Leti, Selayar & Kepulauan Kei. b. Moko adalah genderang kecil dari perunggu. Nekara yg berukuran kecil. Biasanya digunakan sebagai mas kawin. Ditemuka didaerah Alor c. Kapak corong / kapak sepatu. Pada bagian atasnya berbentuk corong dan pada bagian corongnya dimasukan tangkai dari kayu yg menyiku. Ditemukan didaerah , Sulawesi Selatan, Pulau Selayar & Danau Sentani (Papua) d. Arca perunggu e. Perhiasan perunggu. Merupakan bagian dari kebudayaan Dongson (Vietnam) f. Bejana perungg
 Zaman Perunggu adalah masalah dalam perkembangan sebuah peradaban ketika kerajinan logam yang paling maju telah mengembangkan teknik melebur tembaga dari hasil bumi dan membuat perunggu. Zaman Perunggu adalah bagian dari sistem tiga zaman untuk masyarakat prasejarah dan terjadi setelah Zaman Neolitikum di beberapa wilayan di dunia. Di sebagian besar Afrika subsahara, Zaman Neolitikum langsung diikuti Zaman Besi. Sebagian besar perkakas perunggu yang tersisa adalah alat atau senjata, meskipun ada beberapa artefak ritual yang tersisa. Waktu dimulainya Zaman Perunggu berbeda-beda pada setiap kebudayaan. sumber:(http://yourworldisourworldtoo.blogspot.com/2010/04/zaman-perunggu.html)
Antara zaman neolithicum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalithicum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalithicum justru pada zaman logam.
(sumber: http://lykas94.blogspot.com/2011/01/zaman-di-bumi-menurut-arkeologi.html)

Christopher Columbus

Christopher Columbus

Christopher Columbus (c. 31 October 1451 – 20 May 1506) was an explorer, colonizer, and navigator, born in the Republic of Genoa, in northwestern Italy.[2][3][4][5] Under the auspices of the Catholic Monarchs of Spain, he completed four voyages across the Atlantic Ocean that led to general European awareness of the American continents in the Western Hemisphere. Those voyages, and his efforts to establish permanent settlements in the island of Hispaniola, initiated the process of Spanish colonization, which foreshadowed the general European colonization of the "New World".
In the context of emerging western imperialism and economic competition betweenEuropean kingdoms seeking wealth through the establishment of trade routes and colonies, Columbus' far-fetched proposal to reach the East Indies by sailing westward received the support of the Spanish crown, which saw in it a promise, however remote, of gaining the upper hand over rival powers in the contest for the lucrative spice trade with Asia. During his first voyage in 1492, instead of reaching Japan as he had intended, Columbus landed in theBahamas archipelago, at a locale he named San Salvador. Over the course of three more voyages, Columbus visited the Greater and Lesser Antilles, as well as the Caribbean coast of Venezuela and Central America, claiming them for the Spanish Empire.
Though Columbus was not the first European explorer to reach the Americas (having been preceded by the Norse expedition led by Leif Ericson[6]), Columbus' voyages led to the first lasting European contact with America, inaugurating a period of European exploration and colonization of foreign lands that lasted for several centuries. They had, therefore, an enormous impact in the historical development of the modern Western world. Columbus himself saw his accomplishments primarily in the light of the spreading of the Christian religion.[2]
Never admitting that he had reached a continent previously unknown to Europeans, rather than the East Indies he had set out for, Columbus called the inhabitants of the lands he visited indios (Spanish for "Indians").[7][8][9] Columbus' strained relationship with the Spanish crown and its appointed colonial administrators in America led to his arrest and dismissal as governor of the settlements in Hispaniola in 1500, and later to protracted litigation over the benefits which Columbus and his heirs claimed were owed to them by the crown. (sumber:http://en.wikipedia.org/wiki/Christopher_Columbus)